Anda tidak perlu khawatir berlebihan akan terjadinya pecah ketuban dini karena kejadian ini sangat jarang, yakni satu dari empat wanita. Lagi pula dengan pemeriksaan USG akan diketahui perkiraan waktu persalinan sehingga calon ibu bisa mempersiapkan diri agar tidak bepergian atau mengambil cuti bekerja.
Lagi pula, pecahnya air ketuban sebenarnya tidak secara tiba-tiba mengalir dengan deras, namun biasanya diawali dengan "kebocoran" dan mengalir sedikit-sedikit karena kepala bayi yang sudah di jalan lahir akan menjadi semacam "sumbat".
Kendati demikian, bila air ketuban mulai keluar sebaiknya Anda segera menghubungi bidan atau dokter untuk mencari pertolongan karena dalam beberapa jam bayi akan lahir. Selain itu pecah ketuban yang tidak ditangani segera bisa menyebabkan infeksi.
Yang harus diwaspadai adalah pecahnya ketuban sebelum usia kehamilan 37 minggu. Bila ini terjadi akan meningkatkan risiko kelahiran prematur. Karena itu pemeriksaan kehamilan yang rutin dilakukan salah satunya bertujuan untuk melihat jumlah cairan ketuban.
Sumber: Kompas & Parenting
Info Pasang Iklan:
http://www.infopenting.com/2011/07/promo.html
Atau Hubungi: infopenting.com@gmail.com
http://www.infopenting.com/2011/07/promo.html
Atau Hubungi: infopenting.com@gmail.com




















